10 Hal Penting tentang Tarawih Mulai Jam Berapa & Waktu Terbaiknya

aisyiyah

tarawih mulai jam berapa

Waktu pelaksanaan salat sunah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan ini berkaitan erat dengan waktu salat Isya. Salat ini dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushala, dan terkadang dilanjutkan dengan ceramah agama. Pelaksanaannya berlangsung sepanjang bulan Ramadan, dimulai dari malam pertama hingga malam terakhir. Keutamaan salat ini sangat dianjurkan dalam Islam, meskipun hukumnya sunah.

Misalnya, di Masjid Agung biasanya dimulai pukul 20.00 WIB. Sementara itu, di Mushala Al-Ikhlas, pelaksanaannya dimulai pukul 20.15 WIB setelah salat Isya berjamaah.

tarawih mulai jam berapa

Waktu pelaksanaan salat Tarawih bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing masjid atau mushala. Umumnya, salat Tarawih dimulai setelah salat Isya berjamaah. Perbedaan waktu ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tradisi lokal dan kesepakatan jamaah.

Di beberapa daerah, salat Tarawih dimulai lebih awal, sekitar pukul 19.30 WIB. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi jamaah yang memiliki aktivitas lain setelahnya. Sementara di daerah lain, salat Tarawih dimulai lebih lambat, misalnya pukul 20.30 WIB, untuk mengakomodasi jamaah yang bekerja atau memiliki kegiatan lain sebelumnya.

Perbedaan waktu ini tidak mengurangi esensi dan keutamaan dari salat Tarawih itu sendiri. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan pelaksanaan yang khusyuk.

Biasanya, sebelum salat Tarawih dimulai, terdapat pembacaan ayat suci Al-Qur’an atau kultum singkat. Hal ini bertujuan untuk menambah keimanan dan ketakwaan jamaah.

Setelah salat Tarawih, terkadang dilanjutkan dengan salat witir, yang juga merupakan salat sunah di bulan Ramadan. Jumlah rakaat salat Tarawih juga bervariasi, ada yang melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan ada pula yang melaksanakan 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir.

Simak Video untuk tarawih mulai jam berapa:


Pelaksanaan salat Tarawih secara berjamaah memiliki nilai sosial yang tinggi. Selain mempererat tali silaturahmi antarjamaah, juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan.

Di Indonesia, salat Tarawih menjadi momen yang dinantikan oleh umat Muslim. Masjid dan mushala dipenuhi oleh jamaah yang ingin mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan.

Suasana khusyuk dan khidmat terasa selama pelaksanaan salat Tarawih. Jamaah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.

Setelah salat Tarawih, banyak jamaah yang memanfaatkan waktu untuk berdoa dan berzikir. Mereka memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadan. Semoga kita semua dapat melaksanakannya dengan ikhlas dan khusyuk.

Poin-Poin Penting Mengenai Waktu Salat Tarawih

  1. Waktu Dimulai. Waktu pelaksanaan salat Tarawih dimulai setelah salat Isya. Hal ini sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Meskipun waktunya fleksibel, namun sebaiknya dilaksanakan setelah salat Isya berjamaah.
  2. Variasi Waktu. Waktu mulai salat Tarawih dapat bervariasi antar masjid atau mushala. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kesepakatan jamaah dan tradisi lokal. Penting untuk menghormati perbedaan waktu tersebut.
  3. Faktor Penentu Waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi waktu mulai salat Tarawih antara lain keberadaan imam, kesiapan jamaah, dan kegiatan lain di masjid. Koordinasi antar pengurus masjid dan jamaah sangat penting.
  4. Keutamaan Berjamaah. Salat Tarawih lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid atau mushala. Hal ini dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan semangat ibadah.
  5. Jumlah Rakaat. Jumlah rakaat salat Tarawih bervariasi, ada yang 8 rakaat dan ada yang 20 rakaat. Keduanya diperbolehkan dan memiliki dasar hukum masing-masing.
  6. Salat Witir. Setelah salat Tarawih, dilanjutkan dengan salat witir sebanyak 3 rakaat. Salat witir merupakan penutup salat malam di bulan Ramadan.
  7. Pembacaan Al-Qur’an. Sebelum atau sesudah salat Tarawih, biasanya terdapat pembacaan Al-Qur’an atau kultum singkat. Hal ini bertujuan untuk menambah pemahaman keagamaan jamaah.
  8. Doa dan Zikir. Setelah salat Tarawih, dianjurkan untuk berdoa dan berzikir. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, sehingga doa dan zikir akan lebih mudah dikabulkan.
  9. Menghormati Perbedaan. Perbedaan waktu pelaksanaan salat Tarawih tidak perlu diperdebatkan. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan pelaksanaan yang khusyuk.
  10. Keutamaan Tarawih. Salat Tarawih merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Melaksanakannya dengan istiqomah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Tips Mengikuti Salat Tarawih

  • Datang Lebih Awal. Datanglah ke masjid atau mushala lebih awal agar dapat mempersiapkan diri dan mendapatkan tempat yang nyaman. Hal ini juga menunjukkan adab dan menghormati waktu.
  • Menjaga Kekhusyukan. Jagalah kekhusyukan selama salat Tarawih dengan fokus pada bacaan dan gerakan salat. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi.
  • Berpakaian Sopan. Gunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat saat menghadiri salat Tarawih. Hal ini menunjukkan rasa hormat kepada Allah SWT dan sesama jamaah.
  • Membawa Al-Qur’an. Bawalah Al-Qur’an sendiri untuk mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Hal ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap Al-Qur’an.
  • Menjaga Kebersihan. Jagalah kebersihan masjid atau mushala dengan membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan adalah sebagian dari iman.

Salat Tarawih merupakan ibadah sunah muakkad yang sangat dianjurkan bagi umat Islam di bulan Ramadan. Melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah di masjid atau mushala memiliki keutamaan yang lebih besar.

Keutamaan salat Tarawih antara lain diampuni dosa-dosa yang telah lalu, mendapatkan pahala seperti salat semalam suntuk, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain salat Tarawih, di bulan Ramadan juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berpuasa.

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.

Dengan melaksanakan salat Tarawih dan ibadah lainnya di bulan Ramadan, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaqwa.

Salat Tarawih juga dapat mempererat tali silaturahmi antar umat Islam. Dengan berkumpul di masjid atau mushala, kita dapat saling mengenal dan berbagi kebahagiaan.

Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dan salat Tarawih dengan ikhlas dan istiqomah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita.

Mari kita jadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan di bulan suci Ramadan.

Pertanyaan Umum Seputar Salat Tarawih

Muhammad Al-Farisi: Apakah boleh salat Tarawih dikerjakan sendiri di rumah?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Boleh saja salat Tarawih dikerjakan sendiri di rumah, namun salat Tarawih berjamaah di masjid lebih utama dan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Ahmad Zainuddin: Berapa rakaat salat witir yang dikerjakan setelah salat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Salat witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat setelah salat Tarawih.

Bilal Ramadhan: Apakah ada doa khusus setelah salat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Tidak ada doa khusus setelah salat Tarawih. Namun, dianjurkan untuk berdoa dan berzikir sesuai dengan keinginan masing-masing.

Fadhlan Syahreza: Bagaimana jika tertinggal salat Tarawih berjamaah?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Jika tertinggal salat Tarawih berjamaah, dapat dikerjakan sendiri di rumah dengan jumlah rakaat yang sama.

Ghazali Nurrahman: Apa hukumnya meninggalkan salat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Salat Tarawih hukumnya sunah muakkad, sangat dianjurkan. Meninggalkannya tidak berdosa, namun akan kehilangan pahala yang besar.

Hafidz Al-Karim: Apakah wanita diperbolehkan salat Tarawih di masjid?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Wanita diperbolehkan salat Tarawih di masjid, namun lebih utama dikerjakan di rumah. Jika salat di masjid, hendaknya menjaga aurat dan adab-adab di masjid.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru