
Shalat sunnah yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadan setelah shalat Isya disebut sebagai qiyam Ramadan. Salah satu bentuk qiyam Ramadan yang paling umum adalah shalat Tarawih. Shalat ini dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushala, dan terkadang dilanjutkan dengan shalat witir. Keutamaan shalat Tarawih sangat besar, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melaksanakannya selama bulan Ramadan.
Sebagai contoh, seorang muslim melaksanakan shalat Tarawih sebanyak delapan rakaat diikuti dengan shalat witir tiga rakaat di masjid dekat rumahnya. Ia melakukannya secara berjamaah bersama tetangga dan kerabatnya. Setelah shalat Tarawih, biasanya diadakan ceramah singkat oleh imam atau ustadz setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang mempererat tali silaturahmi antar warga.
apakah yang dimaksud salat tarawih
Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah muakkad yang dikerjakan khusus di bulan Ramadan. Pelaksanaannya dilakukan setelah shalat Isya, baik secara berjamaah maupun sendiri. Jumlah rakaat shalat Tarawih bervariasi, ada yang melaksanakan 8 rakaat, 11 rakaat, atau 23 rakaat. Setelah shalat Tarawih, biasanya dilanjutkan dengan shalat witir.
Simak Video untuk apakah yang dimaksud salat tarawih:
Kata “Tarawih” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “istirahat”. Dinamakan demikian karena di antara setiap dua rakaat, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak. Istirahat ini dapat diisi dengan membaca dzikir, shalawat, atau doa. Hal ini bertujuan agar jamaah tidak merasa terlalu lelah dalam melaksanakan shalat Tarawih.
Hukum melaksanakan shalat Tarawih adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakan shalat Tarawih berjamaah, namun kemudian beliau tidak melanjutkannya karena khawatir akan diwajibkan kepada umatnya. Meskipun demikian, beliau tetap menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat Tarawih.
Keutamaan shalat Tarawih sangatlah besar. Bagi mereka yang melaksanakannya dengan ikhlas dan penuh keimanan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah. Diriwayatkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Tarawih di bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Selain itu, shalat Tarawih juga merupakan momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi antar umat Islam. Dengan berkumpul di masjid atau mushala untuk melaksanakan shalat Tarawih, umat Islam dapat saling berinteraksi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Pelaksanaan shalat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Namun, melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan karena memiliki pahala yang lebih besar. Selain itu, shalat Tarawih berjamaah juga dapat meningkatkan semangat dan kekhusyukan dalam beribadah.
Setelah shalat Tarawih, biasanya dilanjutkan dengan shalat witir. Shalat witir merupakan shalat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Shalat witir menjadi penutup dari shalat malam di bulan Ramadan.
Dengan melaksanakan shalat Tarawih di bulan Ramadan, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, shalat Tarawih juga menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Poin-Poin Penting tentang Shalat Tarawih
- Waktu Pelaksanaan: Shalat Tarawih dikerjakan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu subuh. Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Namun, melaksanakannya di awal waktu setelah Isya juga diperbolehkan.
- Jumlah Rakaat: Jumlah rakaat shalat Tarawih bervariasi, ada yang 8, 11, atau 23 rakaat. Tidak ada jumlah rakaat yang diwajibkan, sehingga umat Islam dapat memilih jumlah rakaat sesuai kemampuannya. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk.
- Hukum Pelaksanaan: Hukum melaksanakan shalat Tarawih adalah sunnah muakkad. Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Meskipun tidak wajib, namun pahala yang dijanjikan sangat besar bagi mereka yang melaksanakannya.
- Keutamaan: Shalat Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, mendapatkan pahala yang berlimpah, dan mempererat tali silaturahmi antar umat Islam. Selain itu, shalat Tarawih juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Pelaksanaan Berjamaah: Melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan daripada sendiri. Hal ini karena pahala shalat berjamaah lebih besar daripada shalat sendirian. Selain itu, shalat berjamaah juga dapat meningkatkan semangat dan kekhusyukan dalam beribadah.
- Shalat Witir: Setelah shalat Tarawih, disunnahkan untuk melaksanakan shalat witir. Shalat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Shalat witir menjadi penutup shalat malam di bulan Ramadan.
- Niat: Niat shalat Tarawih cukup diucapkan dalam hati. Namun, disunnahkan untuk melafalkannya dengan lisan agar lebih mantap. Niat shalat Tarawih adalah “Ushallii sunnatal taraawiihi rok’ataini lillaahi ta’aalaa”.
Tips Melaksanakan Shalat Tarawih
- Mempersiapkan Diri: Sebelum melaksanakan shalat Tarawih, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Bersihkan badan, pakai pakaian yang bersih dan rapi, dan pastikan dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Hal ini akan membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan dalam shalat.
- Membaca Doa dan Dzikir: Setelah shalat Tarawih, perbanyaklah membaca doa dan dzikir. Hal ini akan menambah pahala dan keberkahan dalam ibadah. Selain itu, doa dan dzikir juga dapat menenangkan hati dan pikiran.
- Mengikuti Ceramah: Jika ada ceramah agama setelah shalat Tarawih, usahakan untuk mengikutinya. Ceramah agama dapat menambah ilmu dan pemahaman tentang agama Islam. Selain itu, ceramah juga dapat memberikan motivasi dan inspirasi dalam menjalani kehidupan.
- Menjaga Kesehatan: Selama bulan Ramadan, jaga kesehatan tubuh dengan baik. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup. Hal ini akan membantu menjaga stamina dan konsentrasi dalam melaksanakan ibadah, termasuk shalat Tarawih.
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa di bulan Ramadan. Melaksanakan shalat Tarawih dengan ikhlas dan khusyuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ampunan-Nya. Momentum bulan Ramadan hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk shalat Tarawih.
Selain pahala yang berlimpah, shalat Tarawih juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Gerakan shalat dapat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan fleksibilitas tubuh. Sementara itu, ketenangan dan kedamaian yang dirasakan saat shalat dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Shalat Tarawih juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan berkumpul di masjid atau mushala, umat Islam dapat saling berinteraksi dan memperkuat tali persaudaraan. Hal ini penting untuk membangun masyarakat yang harmonis dan saling peduli.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (shalat Tarawih) dengan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadan.
Melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan karena pahalanya lebih besar. Selain itu, shalat berjamaah juga dapat meningkatkan semangat dan kekhusyukan dalam beribadah. Suasana kebersamaan dalam shalat Tarawih berjamaah dapat menciptakan rasa persatuan dan kesatuan umat Islam.
Bacalah Al-Qur’an dengan tartil dan tadabbur di sela-sela waktu istirahat antara rakaat shalat Tarawih. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga dapat menambah ilmu dan pemahaman tentang agama Islam.
Perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT di bulan Ramadan, terutama setelah shalat Tarawih. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Jaga adab dan etika selama berada di masjid atau mushala. Jagalah kebersihan dan ketertiban tempat ibadah. Hormati orang lain yang sedang beribadah dan hindari perbuatan yang dapat mengganggu kekhusyukan mereka.
Usahakan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadan. Membaca Al-Qur’an secara rutin dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga dapat memberikan ketenangan dan kedamaian hati.
Jadikanlah momentum bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan Ramadan.
Pertanyaan Umum tentang Shalat Tarawih
Pertanyaan dari Muhammad Al-Farisi: Apakah boleh shalat Tarawih dikerjakan sendiri di rumah?
Jawaban KH. Muhammad Syakir: Boleh saja shalat Tarawih dikerjakan sendiri di rumah, hukumnya tetap sunnah. Namun, shalat Tarawih berjamaah di masjid lebih dianjurkan karena pahalanya lebih besar.
Pertanyaan dari Ahmad Zainuddin: Berapa jumlah rakaat shalat witir yang paling afdhal setelah shalat Tarawih?
Jawaban KH. Muhammad Syakir: Jumlah rakaat shalat witir yang paling afdhal adalah tiga rakaat. Namun, dapat juga dikerjakan satu atau lima rakaat.
Pertanyaan dari Bilal Ramadhan: Apa saja bacaan yang dianjurkan saat shalat Tarawih?
Jawaban KH. Muhammad Syakir: Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan. Anda dapat membaca surat apa saja dari Al-Qur’an yang Anda hafal.
Pertanyaan dari Fadhlan Syahreza: Bagaimana jika tertinggal shalat Tarawih di malam hari, apakah bisa diqadha?
Jawaban KH. Muhammad Syakir: Shalat Tarawih tidak ada qadha. Namun, Anda dapat memperbanyak ibadah sunnah lainnya sebagai gantinya.