Inilah 7 Hal Penting tentang Shalat Tarawih Muhammadiyah Berapa Rakaat Panduan Lengkap Ibadah Ramadan

aisyiyah

shalat tarawih muhammadiyah berapa rakaat

Tata cara pelaksanaan salat sunnah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadhan ini memiliki variasi jumlah rakaat. Perbedaan jumlah rakaat ini didasarkan pada hadis dan praktik yang dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Memahami perbedaan ini penting agar umat muslim dapat menjalankan ibadah tarawih sesuai dengan keyakinan dan pemahamannya. Salat tarawih biasanya dikerjakan secara berjamaah di masjid, namun dapat juga dikerjakan sendiri di rumah.

Contohnya, sebagian muslim melaksanakan tarawih 8 rakaat diikuti dengan witir 3 rakaat. Ada pula yang melaksanakan 20 rakaat dan witir 3 rakaat. Meskipun terdapat perbedaan jumlah rakaat, esensi dari salat tarawih tetap sama, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan. Penting untuk menghormati perbedaan jumlah rakaat ini dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.

shalat tarawih muhammadiyah berapa rakaat

Jumlah rakaat salat tarawih yang diamalkan oleh Muhammadiyah adalah 8 rakaat, dilanjutkan dengan salat witir 3 rakaat. Dasar dari pelaksanaan tarawih 8 rakaat ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Hadis tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah salat malam di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat.

Muhammadiyah berpendapat bahwa hadis ini menunjukkan jumlah maksimal salat malam, termasuk tarawih dan witir. Oleh karena itu, Muhammadiyah menganjurkan untuk melaksanakan tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Anjuran ini bukan berarti menyalahkan pendapat yang berbeda, melainkan sebagai bentuk pemahaman terhadap hadis yang ada.

Pelaksanaan tarawih 8 rakaat ini dilakukan dengan 4 kali salam, di mana setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Setelah tarawih, dilanjutkan dengan salat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam. Tata cara salat tarawih ini sama dengan salat sunnah lainnya, hanya saja niatnya yang berbeda.

Simak Video untuk shalat tarawih muhammadiyah berapa rakaat:


Meskipun Muhammadiyah menganjurkan 8 rakaat, namun tidak ada paksaan bagi individu untuk mengikutinya. Kebebasan beragama tetap dijunjung tinggi, dan setiap muslim memiliki hak untuk memilih jumlah rakaat yang diyakininya. Yang terpenting adalah niat ikhlas untuk beribadah kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan.

Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah pengampunan dosa, peningkatan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melaksanakan tarawih dengan khusyuk dan ikhlas akan memberikan ketenangan batin dan keberkahan.

Di masjid-masjid Muhammadiyah, salat tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah setelah salat Isya. Imam akan memimpin salat tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Jamaah mengikuti imam dengan tertib dan khusyuk, menciptakan suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.

Setelah salat tarawih, biasanya dilanjutkan dengan ceramah singkat atau tadarus Al-Quran. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu agama dan memperkuat ukhuwah islamiyah antar jamaah. Bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri dan mempererat tali silaturahmi.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih, penting untuk saling menghormati dan menghargai. Perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan sebagai kekayaan khazanah Islam. Fokuslah pada niat ikhlas beribadah kepada Allah SWT dan jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan.

Dengan memahami dasar dan tata cara salat tarawih, diharapkan umat muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan ikhlas. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan dan memberikan keberkahan dalam hidup kita.

Poin-Poin Penting Salat Tarawih Muhammadiyah

  1. Jumlah Rakaat:

    Muhammadiyah mengamalkan salat tarawih sebanyak 8 rakaat, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA tentang jumlah maksimal salat malam Rasulullah SAW. Hadis ini menjadi dasar utama dalam penentuan jumlah rakaat tarawih. Penting untuk memahami dalil dan landasan dari amalan ini agar dapat dijalankan dengan penuh keyakinan. Meskipun demikian, Muhammadiyah tetap menghormati perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih.

  2. Salat Witir:

    Setelah salat tarawih 8 rakaat, dilanjutkan dengan salat witir 3 rakaat. Salat witir merupakan penutup salat malam dan hukumnya sunnah muakkad. Pelaksanaan witir 3 rakaat ini dilakukan dengan 2 kali salam, yaitu 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam. Dianjurkan untuk membaca doa qunut pada rakaat terakhir witir.

  3. Tata Cara:

    Tata cara salat tarawih sama dengan salat sunnah lainnya, hanya saja niatnya yang berbeda. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, sehingga total ada 4 kali salam dalam salat tarawih 8 rakaat. Penting untuk memperhatikan bacaan dan gerakan salat agar ibadah menjadi sah dan diterima Allah SWT. Khusyuk dan ikhlas dalam salat juga merupakan hal yang penting.

  4. Dasar Hukum:

    Dasar hukum salat tarawih adalah hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis tersebut menjelaskan tentang anjuran melaksanakan salat malam di bulan Ramadhan. Muhammadiyah mendasarkan jumlah rakaat tarawih pada hadis yang diriwayatkan Aisyah RA. Pemahaman terhadap dasar hukum ini penting agar ibadah dapat dijalankan dengan benar dan sesuai syariat.

  5. Keutamaan:

    Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah pengampunan dosa, peningkatan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dan salat tarawih merupakan salah satu amalan yang dapat melipatgandakan pahala. Melaksanakan tarawih dengan ikhlas dan khusyuk akan memberikan ketenangan batin dan keberkahan dalam hidup.

  6. Pelaksanaan Berjamaah:

    Salat tarawih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid. Berjamaah dalam salat tarawih akan mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan salat sendirian. Selain itu, salat berjamaah juga dapat mempererat ukhuwah islamiyah antar jamaah. Namun, jika tidak memungkinkan untuk berjamaah, salat tarawih dapat dikerjakan sendirian di rumah.

  7. Sikap Toleransi:

    Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat tarawih, penting untuk saling menghormati dan menghargai. Perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan sebagai rahmat dan kekayaan dalam Islam. Sikap toleransi dan saling menghormati penting untuk menjaga kerukunan umat muslim. Fokuslah pada niat ikhlas beribadah kepada Allah SWT dan jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan.

Tips dan Detail Salat Tarawih

  • Mempersiapkan Diri:

    Sebelum melaksanakan salat tarawih, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Bersihkan diri dengan berwudhu, kenakan pakaian yang bersih dan rapi, dan persiapkan hati untuk beribadah kepada Allah SWT. Membaca niat salat tarawih dengan khusyuk juga sangat penting agar ibadah diterima Allah SWT. Dengan persiapan yang matang, ibadah salat tarawih dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan fokus.

  • Membaca Al-Quran:

    Setelah salat tarawih, dianjurkan untuk membaca Al-Quran. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran, sehingga membaca Al-Quran di bulan ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Membaca Al-Quran dengan tartil dan memahami maknanya akan menambah keimanan dan ketakwaan. Selain itu, dapat juga mendengarkan ceramah agama atau tadarus Al-Quran untuk menambah ilmu dan pemahaman agama.

  • Menjaga Kesehatan:

    Saat menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih, penting untuk menjaga kesehatan. Konsumsi makanan sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka, serta istirahat yang cukup. Dengan menjaga kesehatan, ibadah puasa dan tarawih dapat dijalankan dengan lancar dan tanpa hambatan. Hindari aktivitas yang berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan dan ibadah.

  • Menjaga Akhlak:

    Selain menjalankan ibadah, penting juga untuk menjaga akhlak dan perilaku selama bulan Ramadhan. Tingkatkan amal kebaikan, seperti sedekah, membantu sesama, dan menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, manfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas akhlak. Dengan akhlak yang baik, ibadah puasa dan tarawih akan semakin bermakna.

Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan yang besar di bulan Ramadhan. Melaksanakan salat tarawih dengan ikhlas dan khusyuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, salat tarawih juga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.

Jumlah rakaat salat tarawih memang menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Namun, perbedaan pendapat ini seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Yang terpenting adalah niat ikhlas dalam beribadah dan menghormati pendapat orang lain. Saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat merupakan cerminan dari sikap toleransi dalam Islam.

Muhammadiyah menganjurkan salat tarawih 8 rakaat berdasarkan pemahaman terhadap hadis Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini bukanlah suatu kebenaran mutlak, melainkan hasil ijtihad para ulama Muhammadiyah. Setiap muslim memiliki hak untuk memilih jumlah rakaat yang diyakininya sesuai dengan pemahaman dan keyakinannya masing-masing.

Selain salat tarawih, terdapat banyak amalan sunnah lainnya yang dapat dikerjakan di bulan Ramadhan, seperti membaca Al-Quran, bersedekah, dan memperbanyak doa. Semua amalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan. Manfaatkan bulan Ramadhan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dan amal kebaikan di bulan ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan dalam hidup kita. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Salat tarawih merupakan salah satu cara untuk mengisi malam-malam di bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan melaksanakan salat tarawih, kita dapat menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Isilah waktu luang di bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah di masjid dapat mempererat ukhuwah islamiyah antar jamaah. Selain itu, salat berjamaah juga dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam beribadah. Jadikan momen Ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antar umat muslim.

Semoga dengan memahami keutamaan dan tata cara salat tarawih, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan ikhlas. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan di bulan suci Ramadhan. Jadikan Ramadhan sebagai bulan penuh kebaikan dan keberkahan.

Pertanyaan Umum tentang Salat Tarawih

Muhammad Al-Farisi: Apa hukum salat tarawih?

KH. Syam’un: Hukum salat tarawih adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan, terutama di bulan Ramadhan.

Ahmad Zainuddin: Berapa rakaat salat witir setelah tarawih?

KH. Syam’un: Salat witir dikerjakan 3 rakaat setelah salat tarawih.

Bilal Ramadhan: Apakah boleh salat tarawih dikerjakan sendirian di rumah?

KH. Syam’un: Boleh, jika tidak memungkinkan untuk berjamaah di masjid, salat tarawih boleh dikerjakan sendirian di rumah.

Fadhlan Syahreza: Apa saja keutamaan salat tarawih?

KH. Syam’un: Keutamaan salat tarawih antara lain pengampunan dosa, peningkatan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ghazali Nurrahman: Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan salat tarawih?

KH. Syam’un: Waktu yang tepat untuk melaksanakan salat tarawih adalah setelah salat Isya hingga menjelang waktu sahur.

Hafidz Al-Karim: Bagaimana jika tertinggal salat tarawih berjamaah di masjid?

KH. Syam’un: Jika tertinggal salat tarawih berjamaah di masjid, dapat dikerjakan sendiri di rumah dengan jumlah rakaat yang sama.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru