Ketahui 7 Hal Penting tentang Shalat Tarawih Wajib atau Sunnah Hukum dan Tata Caranya

aisyiyah

shalat tarawih wajib atau sunnah

Salat malam yang dikerjakan secara berjamaah pada bulan Ramadhan disebut sebagai salat sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan setelah salat Isya dan sebelum salat Witir. Salat ini memiliki keutamaan yang besar bagi umat muslim yang menjalankannya dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Kehadirannya di bulan Ramadhan menjadi momen spiritual yang dinantikan.

Contohnya, komunitas muslim di masjid setempat melaksanakan salat ini setiap malam di bulan Ramadhan. Mereka berkumpul setelah salat Isya dan berjamaah hingga larut malam. Suasana khidmat dan kebersamaan terasa begitu kental di antara jamaah. Ini menunjukkan betapa pentingnya salat ini bagi umat muslim.

shalat tarawih wajib atau sunnah

Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan. Meskipun bukan kewajiban, namun pahalanya sangat besar bagi yang menjalankannya. Rasulullah SAW sendiri pernah mengerjakannya secara berjamaah, kemudian meninggalkannya karena khawatir akan diwajibkan kepada umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa salat Tarawih memiliki kedudukan yang istimewa.

Keutamaan salat Tarawih dijelaskan dalam banyak hadis. Salah satunya menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat Tarawih dengan iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Ini menjadi motivasi bagi umat muslim untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, termasuk melaksanakan salat Tarawih.

Jumlah rakaat salat Tarawih yang umum dilakukan adalah delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir. Namun, ada juga yang melaksanakannya sebanyak dua puluh rakaat ditambah tiga rakaat witir. Perbedaan jumlah rakaat ini tidak menjadi masalah, karena keduanya memiliki dasar dari praktik para sahabat Rasulullah SAW.

Simak Video untuk shalat tarawih wajib atau sunnah:


Waktu pelaksanaan salat Tarawih adalah setelah salat Isya hingga menjelang waktu sahur. Dianjurkan untuk mengerjakannya secara berjamaah di masjid, agar mendapatkan pahala yang lebih besar. Namun, jika tidak memungkinkan, boleh juga dikerjakan sendiri di rumah.

Selama bulan Ramadhan, masjid-masjid biasanya ramai dikunjungi oleh jamaah yang ingin melaksanakan salat Tarawih. Suasana Ramadhan yang penuh berkah semakin terasa dengan adanya kegiatan ibadah ini. Umat muslim berbondong-bondong ke masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain salat Tarawih, terdapat pula ibadah-ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan di bulan Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa. Semua amalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan melaksanakan salat Tarawih dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan, diharapkan umat muslim dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Perbanyaklah ibadah, termasuk melaksanakan salat Tarawih, agar kita dapat meraih ridha Allah SWT.

Poin-Poin Penting tentang Shalat Tarawih

  1. Hukum Shalat Tarawih:

    Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkad. Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan, meskipun tidak wajib. Meskipun demikian, pahala yang dijanjikan bagi mereka yang menjalankannya sangatlah besar. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, termasuk salat Tarawih.

  2. Waktu Pelaksanaan:

    Shalat Tarawih dikerjakan setelah salat Isya hingga menjelang waktu subuh. Waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Namun, mengerjakannya di awal malam pun tetap mendapatkan pahala.

  3. Jumlah Rakaat:

    Jumlah rakaat salat Tarawih yang umum dilakukan adalah delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir. Namun, ada juga yang mengerjakannya dua puluh rakaat ditambah tiga rakaat witir. Kedua jumlah rakaat ini memiliki dasar dari praktik para sahabat, sehingga diperbolehkan untuk memilih salah satunya.

  4. Keutamaan Shalat Tarawih:

    Keutamaan salat Tarawih sangatlah banyak. Di antaranya adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, mendapatkan pahala seperti salat semalam suntuk, dan mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat Tarawih dengan ikhlas dan penuh keyakinan.

  5. Pelaksanaan Berjamaah:

    Shalat Tarawih lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid. Hal ini karena pahala salat berjamaah lebih besar daripada salat sendirian. Namun, jika ada udzur syar’i, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan, maka boleh dikerjakan sendirian di rumah.

  6. Bacaan dalam Shalat Tarawih:

    Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam salat Tarawih. Boleh membaca surat-surat pendek maupun surat-surat panjang dalam Al-Qur’an. Dianjurkan untuk membaca surat-surat yang mudah dihafal dan dipahami maknanya, agar dapat lebih khusyuk dalam salat.

  7. Adab Shalat Tarawih:

    Saat melaksanakan salat Tarawih, hendaknya menjaga adab-adab salat, seperti berpakaian rapi dan bersih, menutup aurat, dan menjaga kekhusyukan. Hindarilah berbicara atau melakukan hal-hal yang dapat membatalkan salat. Fokuskan pikiran dan hati hanya kepada Allah SWT.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih

  • Mempersiapkan Diri:

    Sebelum melaksanakan salat Tarawih, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Mandilah, berpakaian rapi dan bersih, serta makan secukupnya agar tidak mengantuk selama salat. Persiapkan juga hati dan pikiran agar dapat lebih khusyuk dalam beribadah.

  • Memahami Makna Bacaan:

    Usahakan untuk memahami makna bacaan Al-Qur’an yang dibaca dalam salat Tarawih. Hal ini dapat meningkatkan kekhusyukan dan pemahaman kita terhadap ajaran Islam. Carilah terjemahan dan tafsir Al-Qur’an untuk membantu memahami maknanya.

  • Menjaga Kekhusyukan:

    Selama salat Tarawih, usahakan untuk menjaga kekhusyukan. Fokuskan pikiran dan hati hanya kepada Allah SWT. Hindarilah melamun atau memikirkan hal-hal duniawi yang dapat mengganggu konsentrasi dalam salat.

  • Berdoa dengan Khusyuk:

    Setelah salat Tarawih, sempatkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Panjatkan doa dengan khusyuk dan penuh harap agar doa kita dikabulkan. Mintalah ampunan, keberkahan, dan petunjuk dari Allah SWT.

Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan yang besar di bulan Ramadhan. Melaksanakan salat Tarawih secara rutin dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah, termasuk salat Tarawih.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Allah SWT melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang beribadah di bulan ini. Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk melaksanakan salat Tarawih di bulan Ramadhan.

Selain salat Tarawih, terdapat banyak ibadah sunnah lainnya yang dapat kita lakukan di bulan Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa. Semua amalan tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ridha-Nya.

Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah di bulan Ramadhan, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Perbanyaklah ibadah, termasuk salat Tarawih, dan jauhilah segala perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT di bulan yang mulia ini.

Dengan melaksanakan salat Tarawih dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT. Marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketaqwaan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan kepada kita semua.

Pertanyaan Umum tentang Shalat Tarawih

Muhammad Al-Farisi: Apakah boleh shalat Tarawih dikerjakan sendirian di rumah?

KH. Farhan Jauhari: Boleh, jika ada udzur syar’i, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan. Namun, lebih utama dikerjakan berjamaah di masjid karena pahalanya lebih besar.

Ahmad Zainuddin: Berapa jumlah rakaat shalat Tarawih yang paling afdhol?

KH. Farhan Jauhari: Jumlah rakaat salat Tarawih yang umum dilakukan adalah 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir dan 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Keduanya memiliki dasar dari praktik para sahabat, sehingga diperbolehkan untuk memilih salah satunya.

Bilal Ramadhan: Kapan waktu terbaik untuk shalat Tarawih?

KH. Farhan Jauhari: Waktu terbaik adalah di sepertiga malam terakhir. Namun, mengerjakannya di awal malam pun tetap mendapatkan pahala.

Fadhlan Syahreza: Apakah wanita haid boleh shalat Tarawih?

KH. Farhan Jauhari: Wanita yang sedang haid tidak boleh shalat, termasuk shalat Tarawih. Namun, mereka tetap dapat memperoleh pahala dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an (tanpa menyentuh mushaf), dan amalan kebaikan lainnya.

Ghazali Nurrahman: Apakah shalat Tarawih wajib bagi anak kecil?

KH. Farhan Jauhari: Shalat Tarawih hukumnya sunnah, baik bagi orang dewasa maupun anak kecil. Namun, mendidik anak untuk melaksanakan shalat Tarawih sejak dini sangat dianjurkan agar mereka terbiasa dengan ibadah.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru