Ketahui 9 Hal Penting tentang Shalat Tarawih Muhammadiyah: Panduan Lengkap & Praktis

aisyiyah

shalat tarawih muhammadiyah

Tata cara pelaksanaan salat sunah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadan ini memiliki keutamaan tersendiri. Salat ini dilakukan setelah salat Isya dan sebelum salat Witir. Biasanya salat ini dilakukan secara berjamaah di masjid, namun juga dapat dilakukan secara sendiri di rumah. Keutamaan menjalankan salat ini antara lain mendapatkan pahala berlipat ganda dan pengampunan dosa.

Contohnya, komunitas muslim di suatu daerah melaksanakan salat sunah ini secara berjamaah di masjid dengan 20 rakaat dan 3 rakaat witir. Mereka membaca surat-surat pendek dalam Al-Qur’an setelah membaca Al-Fatihah di setiap rakaatnya. Setelah salat, mereka melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an dan mendengarkan ceramah singkat dari imam masjid. Kegiatan ini menjadi momen yang mempererat tali silaturahmi antar warga.

Shalat Tarawih Muhammadiyah

Shalat Tarawih Muhammadiyah merujuk pada pelaksanaan salat Tarawih yang mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Muhammadiyah. Pedoman ini didasarkan pada dalil-dalil dan kajian yang mendalam terhadap hadis dan Al-Qur’an. Muhammadiyah menganjurkan pelaksanaan Tarawih sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Jumlah rakaat ini dianggap paling sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW.

Pelaksanaan Tarawih 8 rakaat ini bukan berarti Muhammadiyah menganggap Tarawih 20 rakaat salah. Muhammadiyah menghormati perbedaan pendapat dalam jumlah rakaat Tarawih. Yang terpenting adalah niat ikhlas dalam menjalankan ibadah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Penting untuk menjaga kerukunan antar umat muslim meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam hal ini.

Dalam pelaksanaan Tarawih, Muhammadiyah menekankan pada kekhusyukan dan pemahaman makna bacaan salat. Umat muslim dianjurkan untuk memahami arti dari ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca selama salat. Hal ini bertujuan agar salat tidak hanya sekedar ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas keimanan.

Selain itu, Muhammadiyah juga menganjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, baik sebelum maupun sesudah salat Tarawih. Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, sehingga setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan suci ini.

Simak Video untuk shalat tarawih muhammadiyah:


Setelah salat Tarawih, umat muslim juga dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan, sehingga merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Doa yang dipanjatkan dengan tulus dan ikhlas akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Muhammadiyah juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah selama bulan Ramadan. Umat muslim dianjurkan untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ibadah. Hindari perdebatan yang tidak perlu dan fokus pada tujuan utama yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pelaksanaan salat Tarawih di masjid secara berjamaah juga memiliki keutamaan tersendiri. Selain mempererat silaturahmi antar umat muslim, salat berjamaah juga memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan salat sendirian. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan untuk salat berjamaah di masjid, maka salat di rumah juga diperbolehkan.

Pada intinya, Muhammadiyah menganjurkan pelaksanaan salat Tarawih dengan 8 rakaat dan 3 rakaat witir, dengan tetap menghormati perbedaan pendapat. Yang terpenting adalah menjalankan ibadah dengan ikhlas dan khusyuk, serta memperbanyak amalan kebaikan di bulan Ramadan.

Poin-Poin Penting Shalat Tarawih Muhammadiyah

  1. Jumlah Rakaat:

    Muhammadiyah menganjurkan pelaksanaan Tarawih sebanyak 8 rakaat dan 3 rakaat witir. Anjuran ini didasarkan pada hadis dan kajian yang mendalam. Meskipun demikian, Muhammadiyah tetap menghormati pelaksanaan Tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan ikhlas dalam beribadah.

  2. Khusyuk dan Pemahaman Makna:

    Muhammadiyah menekankan pentingnya kekhusyukan dan pemahaman makna bacaan dalam salat Tarawih. Umat muslim dianjurkan untuk memahami arti dari ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca. Hal ini agar salat tidak hanya sekedar ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  3. Membaca Al-Qur’an:

    Muhammadiyah menganjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, baik sebelum maupun sesudah salat Tarawih. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, dan membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

  4. Berdoa Setelah Tarawih:

    Setelah salat Tarawih, umat muslim dianjurkan untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Bulan Ramadan adalah bulan pengampunan, sehingga merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampun atas segala dosa.

  5. Menjaga Ukhuwah Islamiyah:

    Muhammadiyah menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, terutama di bulan Ramadan. Umat muslim dianjurkan untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ibadah.

  6. Salat Berjamaah:

    Salat Tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri. Selain mempererat silaturahmi, salat berjamaah juga memiliki pahala yang lebih besar. Namun, jika tidak memungkinkan, salat di rumah juga diperbolehkan.

  7. Niat yang Ikhlas:

    Niat yang ikhlas merupakan kunci utama dalam menjalankan ibadah, termasuk salat Tarawih. Laksanakan ibadah dengan tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

  8. Menghormati Perbedaan:

    Muhammadiyah menghormati perbedaan pendapat dalam jumlah rakaat Tarawih. Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi sumber perpecahan antar umat muslim. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan dan persatuan.

  9. Meningkatkan Ketakwaan:

    Tujuan utama dari menjalankan ibadah di bulan Ramadan, termasuk salat Tarawih, adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Manfaatkan bulan suci ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tips dan Detail Shalat Tarawih Muhammadiyah

  • Pahami Tata Cara Salat Tarawih:

    Pelajari tata cara salat Tarawih yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Pastikan gerakan dan bacaan salat dilakukan dengan benar dan khusyuk. Memahami tata cara salat dengan baik akan meningkatkan kualitas ibadah.

  • Perbanyak Membaca Al-Qur’an:

    Manfaatkan waktu luang di bulan Ramadan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Selain setelah Tarawih, bacalah Al-Qur’an di waktu-waktu lain seperti sebelum subuh atau setelah salat fardu. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda.

  • Jaga Kesehatan:

    Jaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah puasa dan Tarawih dengan optimal. Konsumsi makanan sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka. Istirahat yang cukup juga penting agar tubuh tetap fit dan bugar selama bulan Ramadan.

  • Manfaatkan Momentum Ramadan:

    Manfaatkan momentum bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Perbanyak amalan kebaikan seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan.

Shalat Tarawih merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki keutamaan yang besar, seperti mendapatkan pahala berlipat ganda dan pengampunan dosa. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat Tarawih dengan sebaik-baiknya.

Pelaksanaan salat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendirian di rumah. Salat berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, yaitu mempererat silaturahmi antar umat muslim. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, salat di rumah juga diperbolehkan.

Dalam menjalankan salat Tarawih, penting untuk menjaga kekhusyukan dan memahami makna bacaan salat. Jangan sampai salat hanya sekedar ritual, tetapi harus menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain salat Tarawih, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan lainnya di bulan Ramadan. Seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, sehingga setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Bulan Ramadan juga merupakan bulan yang penuh ampunan. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Menjaga ukhuwah Islamiyah juga sangat penting di bulan Ramadan. Umat muslim dianjurkan untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ibadah. Hindari perdebatan yang tidak perlu dan fokus pada tujuan utama yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan menjalankan ibadah puasa dan Tarawih dengan ikhlas dan khusyuk, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat meraih keberkahan di bulan Ramadan.

Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga amal ibadah kita diterima dan mendapatkan ridha-Nya.

Pertanyaan Umum seputar Shalat Tarawih Muhammadiyah

Muhammad Al-Farisi: Bagaimana hukumnya jika meninggalkan salat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Salat Tarawih hukumnya sunah muakkad, sangat dianjurkan. Meninggalkannya tidak berdosa, namun kehilangan pahala yang besar. Namun, jika ada uzur syar’i seperti sakit, maka diperbolehkan meninggalkannya.

Ahmad Zainuddin: Apakah boleh salat Tarawih sendirian di rumah?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Boleh salat Tarawih sendirian di rumah, terutama jika ada uzur yang menghalangi untuk berjamaah di masjid. Namun, salat berjamaah di masjid lebih utama karena pahalanya lebih besar.

Bilal Ramadhan: Apa yang harus dilakukan setelah salat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Setelah salat Tarawih, dianjurkan untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan amalan kebaikan lainnya. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, sehingga setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Fadhlan Syahreza: Apakah bacaan Al-Fatihah wajib dibaca di setiap rakaat Tarawih?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Ya, membaca Al-Fatihah wajib di setiap rakaat salat, termasuk salat Tarawih. Jika tidak membaca Al-Fatihah, maka salatnya tidak sah.

Ghazali Nurrahman: Bagaimana jika tertidur saat salat Tarawih berjamaah?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Jika tertidur saat salat Tarawih berjamaah, maka lanjutkan salat ketika terbangun. Tidak perlu mengulangi salat dari awal. Namun, usahakan untuk tetap fokus dan khusyuk agar tidak tertidur kembali.

Hafidz Al-Karim: Apa keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan?

KH. Sufyan Sauri, M.A.: Keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan sangat banyak, di antaranya mendapatkan pahala berlipat ganda, pengampunan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat Tarawih juga merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan suci ini.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru